Kegiatan Cultures Day dan Gebyar Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5)
Dalam rangka memperkuat nilai-nilai kebhinekaan serta menumbuhkan karakter Pelajar Pancasila yang menghargai keragaman budaya, sekolah kami telah melaksanakan kegiatan Cultures Day yang terintegrasi dengan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dengan tema “Harmony in Diversity”. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk implementasi kurikulum nasional, sekaligus menjadi wadah bagi siswa untuk mengenal, menghargai, dan melestarikan budaya bangsa.
Kegiatan ini diikuti oleh seluruh peserta didik dari berbagai kelas 1 sampai 6. Setiap kelas diberikan tanggung jawab untuk menampilkan satu budaya daerah Indonesia secara kreatif dan edukatif. Mereka menampilkan kekayaan budaya melalui pertunjukan seni, pameran kuliner khas daerah, dan replika ikon budaya yang terkenal.
Berikut adalah rangkaian tampilan budaya dari masing-masing kelas:
Budaya Sumatera: Siswa menampilkan Tari Saman yang berasal dari Aceh dengan gerakan cepat dan penuh kekompakan, serta menyajikan kuliner khas seperti mie kocok Aceh dan pempek dari Palembang yang menggugah selera.
Budaya DKI Jakarta: Identitas budaya Betawi ditampilkan melalui pertunjukan Ondel-Ondel dan Tari Kicir-Kicir. Siswa juga menjelaskan makna filosofis di balik ikon-ikon budaya tersebut kepada pengunjung stand.
Budaya Bali: Kelas yang mewakili Bali mempersembahkan suasana khas Pulau Dewata melalui ornamen tradisional, pakaian adat, serta hidangan khas Bali. Mereka menekankan nilai spiritual dan estetika yang tinggi dalam budaya Bali.
Budaya Papua: Tarian Sajojo yang penuh semangat ditampilkan dengan antusias oleh siswa, serta makanan khas papeda yang unik turut memperkenalkan kekayaan kuliner timur Indonesia.
Budaya Madura: Kekayaan budaya Madura ditunjukkan melalui nyanyian khas daerah serta penyajian rujak khas Madura, yang menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung.
Budaya Sulawesi: Siswa memperkenalkan Tari Mappadendang, sebuah tarian tradisional yang biasa dipertunjukkan dalam acara syukuran panen, serta menghadirkan miniatur rumah adat Tongkonan dari Tana Toraja sebagai simbol kekayaan arsitektur nusantara.
Kegiatan ini tidak hanya memberikan wawasan budaya kepada siswa, tetapi juga mengasah keterampilan abad 21 seperti kolaborasi, komunikasi, kreativitas, dan berpikir kritis. Para siswa menunjukkan antusiasme tinggi dalam mempersiapkan setiap elemen pertunjukan, mulai dari riset budaya, latihan seni pertunjukan, hingga pengolahan makanan khas.
Dengan terselenggaranya Cultures Day dan proyek P5 bertema “Harmony in Diversity”, sekolah berharap nilai-nilai persatuan dalam keberagaman dapat terus tertanam dalam diri peserta didik. Ini menjadi bagian penting dari upaya pembentukan karakter generasi muda yang toleran, inklusif, dan bangga terhadap jati diri bangsa.