BERMAIN DI LUAR BERSAMA TEMAN ATAU BERMAIN DI RUMAH SAJA SUPAYA AMAN

Ada pendapat yang menyatakan bahwa anak-anak zaman sekarang ini lebih suka bermain video game, gadget atau permainan lain yang dilakukan di dalam kamar atau rumah, apakah ini benar?. Berdasarkan penelitian di beberapa negara, termasuk di Indonesia, anak-anak masa kini lebih banyak yang bermain di dalam ruangan. Kondisi ini juga didukung oleh persetujuan dari orangtua yang merasa anak lebih aman dan mudah diawasi ketika beraktivitas di dalam rumah, agar terhindar dari penculikan yang kian marak terjadi belakangan ini. 

Lalu apakah bermain di rumah saja sudah cukup bagi anak? Mengapa anak perlu bermain di luar? American Academy of Pediatrics, merekomendasikan agar setiap hari anak diberikan waktu bermain selama 60 menit, khususnya main di luar ruangan. Bermain merupakan bagian yang penting dari perkembangan fisik, kesehatan mental dan sosial dari anak. Dibanding permainan indoor yang membatasi ruang gerak anak, kegiatan bermain di luar rumah ini akan memberi kesempatan agar tubuh lebih aktif bergerak, tubuh menjadi lebih sehat. Aktivitas bermain di luar rumah terutama bermain bersama teman akan membantu anak mudah beradaptasi, bersosialisasi dengan teman dan lingkungan sekitar. 

Mengapa sosialisasi sangat dibutuhkan oleh anak? Dan mengapa harus dilatih bersosialisasi sejak usia dini? Banyak orang sering mempertanyakan topik tersebut secara berulang-ulang. Sebelum kita membahas lebih dalam permasalahan tersebut ada baiknya kita mencari tahu apa arti dari bersosialisasi.

Menurut Peter L. Berger sosialisasi adalah proses belajar seorang anak untuk menjadi anggota kelompok masyarakat, di mana mereka memahami dan menghayati norma-norma yang berlaku. Soerjono Soekanto: Menurutnya, sosialisasi adalah proses di mana anggota masyarakat mempelajari norma dan nilai sosial agar dapat diterima dalam masyarakat. Menurut Psikolog anak, Putu Andani, Kemampuan bersosialisasi sangat penting dalam masa perkembangan anak agar mereka dapat mengolah emosi, mampu bergaul, dan bisa berempati dengan teman-teman dan lingkungannya agar dapat mengembangkan kepribadiannya. 

Dari definisi-definisi tersebut, dapat disimpulkan bahwa sosialisasi adalah proses pembelajaran yang kompleks, di mana individu belajar untuk beradaptasi dengan norma, nilai, dan perilaku yang berlaku dalam masyarakat tempat mereka tinggal.

Usia dini adalah masa yang paling penting untuk melakukan sosialisasi. Karena pada usia tersebut anak baru mulai belajar sesuatu dan memiliki keingintahuan yang cukup besar. Untuk mengajari anak bersosialisasi, bisa dilakukan dengan cara informal ataupun formal. Untuk cara formal, biasanya diperoleh saat anak berada di sekolah dan gurulah yang akan menjadi pengarahnya. Sementara cara informal, dapat diperoleh dari mana saja. Mulai dari rumah, tempat bermain anak, dan lainnya.

Wajib bagi orang tua  agar mengajarkan anaknya dalam bersosialisasi agar mereka dapat membentuk kepribadian dan siap beradaptasi ketika sudah mulai memasuki sekolah. Selain orang tua, lingkungan sekolah juga sangat berpengaruh pada tahap sosialisasi anak. Lingkungan sekolah yang nyaman, guru yang ramah, serta teman yang hangat akan sangat mendukung proses sosialisasi anak guna mendapatkan pengetahuan tentang mana yang baik dan mana yang buruk, mengerti konsep dari berbagi, menumbuhkan rasa percaya diri, dan menggali potensi yang ada pada mereka.

Sebaliknya jika ada orang tua masih menyepelekan pentingnya proses sosialisasi, anak tersebut cenderung menjadi orang yang pasif sehingga mengganggu proses perkembangannya. Karena tidak dapat bersosialisasi akhirnya anak tersebut tidak mempunyai seorang teman. Hal ini dapat menyebabkan depresi bagi sang anak yang kemudian akan memunculkan rasa khawatir berlebih, pesimis, tidak percaya diri, dan juga dapat menjadi pribadi yang sulit untuk sejalan dengan tata nilai dan norma yang berlaku di masyarakat sekitar.

Maka dari itu, orang tua dan sekolah sangat berperan penting bagi kehidupan bersosialisasi anak. Alasannya adalah orang tua merupakan manusia pertama yang mereka ajak bersosialisasi. Sedangkan sekolah adalah lingkungan kedua setelah keluarga yang mereka eksplorasi. Sekolah mengajarkan nilai-nilai dan norma-norma yang dianggap penting dalam masyarakat, seperti disiplin, kerjasama, tanggung jawab, etika, dan sikap toleransi. Sekolah juga merupakan tempat di mana siswa dapat berinteraksi dengan teman sebaya dan guru. 

Nah, bagi orang tua mari ajak anak-anak bermain di luar bersama teman untuk bersosialisasi agar mereka dapat mengenal lingkungan serta mendapatkan pengetahuan baru.

Oleh Udhiah Sholihah, S.Pd

Bagikan artikel:
Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Assalamualaikum wr wb Ada yang bisa kami bantu?