Apakah Anak Berprestasi adalah Anak yang Selalu Menang dalam Perlombaan?

Setiap orang tua akan bangga jika putra – putrinya menang dalam suatu perlombaan. Ada yang berpendapat bahwa anak – anak yang berprestasi adalah  anak –anak yang selalu menang dalam perlombaan atau kompetisi. Anak – anak yang menang dalam perlombaan atau kompetisi akan diapresiasi dan diberikan reward. Tetapi bagaimana jika anak tidak pernah menjadi juara lomba, apakah anak tersebut merupakan anak yang gagal dan tidak berprestasi. 

Setiap anak tentunya memiliki kesempatan yang sama untuk meraih kesuksesan dan prestasi sesuai dengan minat dan bakatnya sehingga jangan sampai suatu kompetisi atau perlombaan justru akan membuat anak stres dan frustasi karena dipaksakan untuk menang  padahal tidak sesuai dengan minat dan bakatnya.  

Anak berprestasi tidak harus menang dalam perlombaan atau menjadi juara kelas. Anak yang sopan, rajin, mandiri, bertanggung jawab serta berakhlak terpuji juga merupakan anak yang berprestasi dan perlu diapresiasi. Anak yang menunjukkan sikap dan perilaku yang awalnya kurang baik kemudian berubah menjadi lebih baik juga merupakan prestasi seperti dalam hadist riwayat Al Hakim “Barangsiapa yang hari ini lebih baik dari hari kemarin, dialah tergolong orang yang beruntung, (dan) barangsiapa yang hari ini sama dengan hari kemarin dialah tergolong orang yang merugi dan bahkan, barangsiapa yang hari ini lebih buruk dari hari kemarin dialah tergolong orang yang celaka.” Sehingga perubahan baik sekecil apapun yang dilakukan oleh anak hendaknya kita apresiasi agar kebaikan yang dilakukan oleh anak akan terus dilakukan dan semakin ditingkatkan.

Tetapi mengikuti perlombaan atau kompetisi tidak ada salahnya dan sebenarnya memiliki banyak manfaat diantaranya mengembangkan kemampuan akademik maupun non akademik, menambah pengalaman, melatih anak bersosialisasi, melatih kedisiplinan dan kemandirian. Anak hendaknya dibekali kecerdasan emosional sehingga bisa menyikapi kekalahan maupun kemenangan dengan bijak dalam setiap perlombaan atau kompetisi. Perlu ditanamkan juga bahwa bukan kemenangan saja yang menjadi tujuan kompetisi tetapi untuk selalu berlomba – lomba dalam kebaikan ( fastabiqul khairat ) seperti dalam surat Al Baqarah (2:148) yang artinya “Dan setiap umat mempunyai kiblat yang dia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah kamu dalam kebaikan. Di mana saja kamu berada, pasti Allah akan mengumpulkan kamu semuanya. Sungguh, Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.”

Jadi orang tua haruslah tetap bangga terhadap pencapaian yang telah dicapai oleh anak-anak kita  utamanya kebaikan-kebaikan  yang telah mereka lakukan tanpa melihat apakan secara akademik tidak tampak berprestasi tetapi 

Bunda Enny Utami, S.Si

Bagikan artikel:
Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Assalamualaikum wr wb Ada yang bisa kami bantu?